What’s Love

Memaknai Arti Cinta

Once In A Life Time

Once In A Life Time

Ketika liburan tiba, saat yang sangat diinginkan anak anak adalah membeli buku di Gramedia. Kesempatan ini aku manfaatkan juga untuk membeli buku yang aku suka. Sudah lama aku ingin membeli dan membaca buku Rabi’ah Al Adawi.

Siapakah dia. Dia adalah perawan suci yang sangat aku kagumi. Salah satu riwayat menuliskan bahwa Wanita Agung ini akan memberi syafaat kepada 70 ribu orang nantinya  di Padang Ma’syar sambil menunggu pengadilan oleh Sang Khalik. (wallahu alam)

Kisah Rabi’ah dan perjalanan hidupnya sungguh luar biasa. Derajat cintanya kepada Allah melebihi rasa cintanya kepada diri sendiri. Semua cinta yang datang padanya, tidak sanggup mengalahkan rasa cinta kepada Yang memiliki Alam Ini.

Cinta memang sesuatu yang lahir tanpa adanya paksaan. Cinta tumbuh dan berkembang seperti layaknya tanaman . Cinta memang harus dijaga dan diperlihara. Cinta bisa mati dan bisa hilang. Cinta bisa meninggalkan semuanya kenangan yang ada.

Cinta bisa menjadi pelita didalam kegelapan. Cinta bisa menjadi inspirator dan motivator buat seseorang. Cinta bisa menghilangkan rasa sakit yang sangat dalam. Cinta bisa merobohkan tembok dan penjara yang sangat kuat. Cinta juga bisa menjadi air yang sangat dingin ketika kita kehausan.

Ketika kita merasakan arti cinta, sulit untuk diungkapkan dengan kata kata. Cinta itu memiliki kekuatan cahaya yang sulit diterima dengan akal dan logika manusia. Kita bisa melihat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan cinta.

Sekali lagi tentang cinta, cinta seperti apa yang seharusnya ada. Cinta kepada anak, cinta kepada suami, cinta kepada istri dan cinta kepada duniawi. Cinta ini merupakan cinta yang sangat fana. Cinta yang juga ada iringan syahwat yang muncul didalamnya.

Kedudukan cinta memang berbeda pada setiap tingkatannya. Segala sesuatu yang bersifat fana pastinya akan lenyap. Manusia hanya bisa memaknai ketika cinta itu tumbuh didalam kehidupan yang sekarang. Ketika semua mulai berjalan sesuai dengan hukum alam, maka hakikat cinta kadang bisa tergantikan. Itulah gambaran cinta yang semu . Cinta yang muncul sesaat.

Aku ingin punya cinta yang bukan sekedar fana. Cinta pada anak dan suami hanya karena Allah. Aku ingin seperti Rabiah Al Adawi. Aku ingin memaknai arti cinta dengan sebenar benarnya. Cinta yang akan membawaku kelak kepada kehidupan yang lebih baik. Cinta yang akan terus aku siram agar aku bisa menjaganya. Aku tidak akan membiarkan cinta ini pergi ketempat yang lain. Aku ingin cinta ini terus hidup bersamaku. Cinta yang akhirnya akan bermuara pada Rabb ku.

Menjadi Mama Ternyata Tidak Mudah

We are a nice children of my Mother

We are nice children of my Mother

Hari ini ezza dan vita mulai dengan ujian praktek.

Persiapan ezza naik kelas 6 dan vita naik kelas 3.

Aku sich gak begitu khawatir dengan segala usaha mereka.

Mereka cukup kooperatif didalam belajar. Dan yang terpenting sering aku tanamkan adalah belajar bukan berarti mengerti dalam satu malam. Review dan pengulangan sering aku bahas apabila mereka memang cukup kesulitan didalam belajar dan  bukan menjelang ujian sekolah. Biasanya sering aku tanyakan ketika mereka belajar materi yang bersangkutan.

Saat menjelang ujian ini Ezza sakit. Dan dia terus terusan mengompol tanpa dia sadar. Aku bingung ada apa ya dengan Ezza. Apa karena stress atau karena dia memang sakit. Rujukan dokter spesialis kulit dan kelamin tidak membawa hasil karena tidak adanya indikasi penyakit yang serius pada Ezza.

Aku sedih juga lihat perkembangan psikologis dia yang agak murung. Beban pastinya ada di diri Ezza. Anak itu sudah mengenal hukum islam tentang taharah. Ezza pasti takut ibadahnya terlebih sholatnya tidak sempurna karena penyakit itu.

Kasihan juga, tapi aku bingung juga harus bagaimana. Rencana aku mau membawa dia ke uerology. Bingung dan stress gak cuma Ezza yang alami. Read the rest of this entry »

Selamat hari Ibu, Mama

Hari ini aku dapat hadiah 2 buah puisi dari malaikat2 kecil  di rumah. Met hari ibu ma……….. Jangan marah2 terus ya ma.. yah di hari ini anak2 semua ingat pada Mamanya. Vita tanya ” Ma kenapa gak ada hari Papa” Aku cuma senyum. Kalaupun aku jawab apa dia bisa ngerti. Aku bilang aja karena tugas Mama lebih berat dari Papa. Eh malah dia balik tanya ” Kalau gitu aku juga berat dong Ma” . Ya ampun jadi kacau de kalau dijelasin. Aku jawab lagi  ,,,, ” selama masih ada Mama, Vita pasti akan bisa mengatasi segalanya” . Read the rest of this entry »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.